Rabu, 03 April 2019

#40 Bunga kecewa?



Hari itu aku lebih dulu sampai di taman kota, Bunga belum datang. Hari itu aku mencoba mengikuti saran ibu untuk punya ide dan mengajak lebih dulu. Aku membeli es krim 2 buah. Ketika Bunga datang, kukasih 1 es krim buat dia sambil berkata, “hari ini kita tidak usah bermain di taman kota, ayo kita jalan kaki menyusuri jalan itu (boulevard)”.

Selasa, 12 Maret 2019

#39 Dilarang berteman dengan Bunga?



Setiap hari aku dan Bunga bermain di taman kota maupun di taman pinggir sungai. Namun tidak setiap hari kami ikut bermain dengan komunitas gaya bebas tersebut. Kadang kami hanya menonton sambil menikmati makanan atau minuman ringan yang dijual pedagang di sekitar taman kota. Sebagai taman utama di kotaku, taman kota banyak dipakai untuk kegiatan dan rekreasi. Tidak hanya komunitas gaya bebas, banyak juga komunitas lain yang melakukan kegiatan di taman kota. Aku dan Bunga berkeliling menonton berbagai macam kegiatan dari berbagai komunitas di taman kota, juga pertunjukkan-pertunjukkan lainnya yang ada di taman kota. Ini seperti kegiatanku dengan Bunga yang mencoba berbagai kegiatan klub di sekolah, tapi ini di taman kota.
“Ya, liburan hampir selesai, tidak apa-apa nih kita tidak jalan-jalan (liburan/piknik/tamasya) sekeluarga?”, tanya ibu kepadaku di suatu malam ketika makan malam bersama, sambil melirik ke arah ayah seakan menyindir ayah. Ayah hanya diam saja.
“Gak apa-apa Bu, lagipula aku kan ada kegiatan berlatih silat”, jawabku. Ayah tersenyum seakan bangga akan jawabanku, sambil melihat ke arah ibu.
“Bukan karena sudah jalan-jalan sendiri dengan temanmu itu, kan?”, tanya ibu seakan menggodaku (teasing). Aku tahu bahwa yang dimaksud ibu adalah Bunga. Ibu sepertinya tahu bahwa setiap hari aku jalan-jalan dengan Bunga ke taman kota.
“Teman cowok (laki-laki) atau cewek (perempuan)?”, tanya ayah tiba-tiba seakan curiga.

Senin, 25 Februari 2019

#38 Permainan melewati rintangan



Setelah memastikan letak taman pinggir sungai yang dimaksud, hari selanjutnya aku dan Bunga pergi ke taman pinggir sungai. Kami janjian bertemu di taman kota, setelah itu baru kami bersama-sama menuju ke taman pinggir sungai dengan angkutan umum. Bunga duduk disampingku. Aku jadi teringat ketika naik angkutan umum dengan Mawar.
Di taman pinggir sungai sudah terlihat para anggota komunitas yang sedang asyik bermain. Beberapa orang pernah kami tahu dari komunitas yang di taman kota. Gerakan-gerakan mereka lebih susah dan lebih berbahaya sehingga lebih menantang. Kadang terlihat ada yang jatuh, tapi seakan tidak merasa sakit dan segera bangkit kembali. Tidak seperti permainan di taman kota, mereka jarang berhenti lama (untuk istirahat), sehingga kami tidak bisa mengajak ngobrol terlalu lama atau meminjam peralatan mereka.
“Disini sayang kalau cuma dipakai untuk berlatih atau menonton, semua pingin mencoba tantangan yang ada…”, kata seseorang yang pernah kami temui di taman kota ketika melihat kami yang hanya menonton tanpa membawa peralatan.
“Kalian ikut kami disini saja”, teriak seseorang dari kejauhan memanggil kami. Bunga memberi isarat mengajakku mendekat ke orang yang memanggil. Terlihat ada beberapa orang yang tidak membawa peralatan (sepeda, sepatu roda atau skateboard). Mereka berlarian dan melompat kesana kemari secara lincah. Orang yang tadi memanggil kami berhenti dan mendekati kami.

Jumat, 08 Februari 2019

#37 Bermain di Taman Kota



Hari-hari liburanku pun disibukkan dengan berlatih silat.
Pagi hari aku berlatih silat melawan ayah untuk mengalahkan tantangan 3 kali kena. Kemudian setelah ayah berangkat bekerja, aku latihan silat sendiri menganalisis hasil pertandinganku dengan ayah serta menganalisis jurus ataupun melatih penguasaan jurus.
Dalam tantangan 3 kali kena ini ibu tidak mau kuajak latihan tanding seperti dengan ayah. Alasannya adalah karena ibu tidak mau menyerangku. Walaupun sudah kubujuk, ibu tetap tidak mau.
Suatau hari ketika aku sedang berlatih silat sendirian, ada telepon dari Bunga.

Selasa, 22 Januari 2019

#36 Tantangan 3 kali kena



Selanjutnya liburan kenaikan kelas.
Sebagaimana janji ayah, ayah akan memberi latihan baru untukku. Latihannya adalah tantangan 3 kali kena. Ayah hanya akan memakai 1 jurus. Aku harus melawan ayah dengan 1 jurus saja. Tantangannya adalah aku harus berhasil mengenai ayah 3 kali terlebih dulu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan penguasaan jurus oleh karena itu aku tidak boleh memakai jurus yang sudah kukuasai yang sudah berhasil mengalahkan tantangan 10 menit sebelumnya.
(penyadur: untuk lebih mudahnya, kita sebut saja jurus yang dipakai Arya untuk mengalahkan tantangan 10 menit sebagai jurus A)
“Tapi Yah, kalau aku sudah tahu jurus yang dipakai ayah, aku tinggal pakai jurus yang lebih sulit untuk bisa mengalahkan ayah”, kataku dengan sok tahu.

Kamis, 17 Januari 2019

#35 Ada Apa Dengan Bunga?



Hampir semua kegiatan klub telah kucoba. Ada beberapa klub terutama klub olahraga yang aku ikuti lebih dari sekali. Tidak selalu Bunga yang mengajakku memilih kegiatan klub apa yang akan kami ikuti. Kadang aku yang mengajak Bunga dan memilih kegiatan klub yang akan kami ikuti. Aku dan Bunga jadi semakin sering terlihat bersama-sama.
“Kamu pacaran (date/going out) dengan Bunga ya?”, tanya Andi tiba-tiba di kelas.

Selasa, 08 Januari 2019

#34 Tantangan 10 Menit, Berhasil



Aku terus berusaha menganalisis dan berpikir bagaimana mengalahkan tantangan 10 menit. Kalau dianalisis dari awal, bertarung menggunakan jurus tujuannya adalah mengoptimalkan gerakan (agar lebih cepat dan tepat) baik dalam menyerang maupun bertahan. Jurus (combination moves) adalah rangkaian beberapa gerakan silat (martial art moves). Dengan jurus, dari satu gerakan ke gerakan berikutnya bagaikan reflek tanpa perlu dipikirkan karena sudah dihafal oleh tubuh. Misalnya jurus 1 terdiri dari gerakan A-B-C-D, maka ketika sudah melakukan gerakan A, tubuh seakan sudah reflek dan melakukan gerakan B-C-D.
Jika dengan satu jurus belum berhasil mengenai lawan maka serangan dilanjutkan dengan jurus lain. Perpindahan antar jurus ini yang kadang perlu waktu untuk memikirkan gerakan atau jurus selanjutnya dan kadang perlu waktu untuk mengubah posisi tubuh agar bisa melakukan jurus selanjutnya tersebut. Misalnya dari jurus 1 yang terdiri dari gerakan A-B-C-D dilanjutkan jurus 2 dengan gerakan E-F-G-H, maka dari gerakan D ke gerakan E memerlukan waktu untuk penyesuaian gerakan antar jurus.