Selasa, 25 Juni 2019

#43 Bermain sepak bola



Hari berikutnya sepulang sekolah aku kembali ke atas gedung untuk mencari Bunga. Sesampainya di atas gedung aku lihat ada beberap orang di atas gedung. Ternyata Agus dan teman-temannya.
“Ngapain kamu kesini. Disini sedang kami pakai”, kata Agus ketika melihatku, sambil menggerakkan tangannya menyuruhku pergi.

Selasa, 21 Mei 2019

#42 Hari pertama di kelas 2



Hari itu hari pertama masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas. Seperti dulu, pagi hari sudah ramai murid-murid yang berkerumun melihat pembagian kelas. Terlihat wajah-wajah baru murid-murid kelas 1. Kami yang naik kelas 2 dan kelas 3 sudah diberitahu kelas baru kami sebelum liburan sehingga tidak ikut berkerumun melihat pembagian kelas.
Setelah upacara aku menuju kelas baruku di kelas 2C. Aku tidak lagi sekelas dengan Andi maupun Mawar. Ada beberapa teman sekelasku yang aku sudah kenal karena sama-sama dari kelas 1C atau karena pernah kenal dari klub olahraga. Aku duduk sebangku dengan Aris dari klub sepak bola.
“Bagaimana kabar Bunga, kalian masih pacaran?”, tanya Aris mengajakku ngobrol.

Jumat, 03 Mei 2019

#41 Liburan selesai



Walaupun setiap hari bermain di taman kota atau taman pinggir sungai, aku tidak melupakan latihan silatku. Setelah seminggu lebih meningkatkan penguasaan jurusku (jurus B), akhirnya aku bisa mengalahkan tantangan 3 kali kena untuk jurus yang pertama (jurus A). Keberhasilanku mengalahkan tantangan 3 kali kena dengan waktu yang tidak terlalu lama untuk jurus yang pertama (jurus A) karena aku telah memahami jurus pertama (jurus A) tersebut sehingga memudahkan analisisku untuk mengalahkannya. Selain itu pilihan jurusku (jurus B) yang lebih sulit yang secara teori dan analisis lebih hebat daripada jurus pertama (jurus A), sehingga aku hanya perlu melatih penguasaan jurusku tersebut (jurus B) agar secara praktik dapat mengalahkan jurus pertama (jurus A).

Rabu, 03 April 2019

#40 Bunga kecewa?



Hari itu aku lebih dulu sampai di taman kota, Bunga belum datang. Hari itu aku mencoba mengikuti saran ibu untuk punya ide dan mengajak lebih dulu. Aku membeli es krim 2 buah. Ketika Bunga datang, kukasih 1 es krim buat dia sambil berkata, “hari ini kita tidak usah bermain di taman kota, ayo kita jalan kaki menyusuri jalan itu (boulevard)”.

Selasa, 12 Maret 2019

#39 Dilarang berteman dengan Bunga?



Setiap hari aku dan Bunga bermain di taman kota maupun di taman pinggir sungai. Namun tidak setiap hari kami ikut bermain dengan komunitas gaya bebas tersebut. Kadang kami hanya menonton sambil menikmati makanan atau minuman ringan yang dijual pedagang di sekitar taman kota. Sebagai taman utama di kotaku, taman kota banyak dipakai untuk kegiatan dan rekreasi. Tidak hanya komunitas gaya bebas, banyak juga komunitas lain yang melakukan kegiatan di taman kota. Aku dan Bunga berkeliling menonton berbagai macam kegiatan dari berbagai komunitas di taman kota, juga pertunjukkan-pertunjukkan lainnya yang ada di taman kota. Ini seperti kegiatanku dengan Bunga yang mencoba berbagai kegiatan klub di sekolah, tapi ini di taman kota.
“Ya, liburan hampir selesai, tidak apa-apa nih kita tidak jalan-jalan (liburan/piknik/tamasya) sekeluarga?”, tanya ibu kepadaku di suatu malam ketika makan malam bersama, sambil melirik ke arah ayah seakan menyindir ayah. Ayah hanya diam saja.
“Gak apa-apa Bu, lagipula aku kan ada kegiatan berlatih silat”, jawabku. Ayah tersenyum seakan bangga akan jawabanku, sambil melihat ke arah ibu.
“Bukan karena sudah jalan-jalan sendiri dengan temanmu itu, kan?”, tanya ibu seakan menggodaku (teasing). Aku tahu bahwa yang dimaksud ibu adalah Bunga. Ibu sepertinya tahu bahwa setiap hari aku jalan-jalan dengan Bunga ke taman kota.
“Teman cowok (laki-laki) atau cewek (perempuan)?”, tanya ayah tiba-tiba seakan curiga.

Senin, 25 Februari 2019

#38 Permainan melewati rintangan



Setelah memastikan letak taman pinggir sungai yang dimaksud, hari selanjutnya aku dan Bunga pergi ke taman pinggir sungai. Kami janjian bertemu di taman kota, setelah itu baru kami bersama-sama menuju ke taman pinggir sungai dengan angkutan umum. Bunga duduk disampingku. Aku jadi teringat ketika naik angkutan umum dengan Mawar.
Di taman pinggir sungai sudah terlihat para anggota komunitas yang sedang asyik bermain. Beberapa orang pernah kami tahu dari komunitas yang di taman kota. Gerakan-gerakan mereka lebih susah dan lebih berbahaya sehingga lebih menantang. Kadang terlihat ada yang jatuh, tapi seakan tidak merasa sakit dan segera bangkit kembali. Tidak seperti permainan di taman kota, mereka jarang berhenti lama (untuk istirahat), sehingga kami tidak bisa mengajak ngobrol terlalu lama atau meminjam peralatan mereka.
“Disini sayang kalau cuma dipakai untuk berlatih atau menonton, semua pingin mencoba tantangan yang ada…”, kata seseorang yang pernah kami temui di taman kota ketika melihat kami yang hanya menonton tanpa membawa peralatan.
“Kalian ikut kami disini saja”, teriak seseorang dari kejauhan memanggil kami. Bunga memberi isarat mengajakku mendekat ke orang yang memanggil. Terlihat ada beberapa orang yang tidak membawa peralatan (sepeda, sepatu roda atau skateboard). Mereka berlarian dan melompat kesana kemari secara lincah. Orang yang tadi memanggil kami berhenti dan mendekati kami.

Jumat, 08 Februari 2019

#37 Bermain di Taman Kota



Hari-hari liburanku pun disibukkan dengan berlatih silat.
Pagi hari aku berlatih silat melawan ayah untuk mengalahkan tantangan 3 kali kena. Kemudian setelah ayah berangkat bekerja, aku latihan silat sendiri menganalisis hasil pertandinganku dengan ayah serta menganalisis jurus ataupun melatih penguasaan jurus.
Dalam tantangan 3 kali kena ini ibu tidak mau kuajak latihan tanding seperti dengan ayah. Alasannya adalah karena ibu tidak mau menyerangku. Walaupun sudah kubujuk, ibu tetap tidak mau.
Suatau hari ketika aku sedang berlatih silat sendirian, ada telepon dari Bunga.