Selasa, 04 Januari 2022

#57 Mewarisi tanggung jawab pemimpin geng SMA

 

(sebelumnya #56)

 

Di rumah aku menceritakan pada ayah dan ibu, perkelahianku dengan geng yang menyerang SMA-ku tersebut. Sepertinya ayah dan ibu tidak kaget dengan keputusanku tersebut. Mereka sepertinya sudah menduga bahwa aku akan mengambil keputusan untuk melawan geng tersebut setelah mendapatkan penjelasan tentang tanggung jawab dan konsekuensi sebagai pesilat. Namun mereka tidak menyangka bahwa aku akan melawan geng tersebut sendirian.

“Kamu melawan mereka sendirian? Kamu tidak apa-apa? Mana yang sakit atau terluka?”, tanya ibu tampak cemas dan mendekatiku, mencoba mengecek keadaanku.

Senin, 03 Januari 2022

A New Hope

 Akhirnya tahun baru datang lagi. Semoga menjadi harapan baru. Dan semoga wabah pandemi covid-19 dapat segera berlalu. Aamiin.

Kamis, 23 Desember 2021

#56 Melawan geng

 

(sebelumnya #55)

 

Hari berikutnya sepulang sekolah aku dan Bunga tidak bermain ke kota. Kami hanya duduk-duduk di bangku taman di halaman sekolah, karena berjaga-jaga jika SMA kami jadi diserang. Aku menceritakan pada Bunga hasil bertanyaku kepada ayah. Aku menceritakan penjelasan ayah tentang tanggung jawab dan konsekuensi sebagai pesilat.

“Pantas saja kamu terbiasa belajar secara teoritis, ternyata ayahmu jika menjelaskan juga secara teoritis”, kata Bunga mengomentari penjelasanku. “Kalau aku tidak diajari oleh ayahku secara detil begitu. Sejak kecil aku diajari untuk saling membantu. Aku juga sering melihat ayah suka membantu orang lain. Sejak kecil aku sudah diajari silat. Aku juga diajari untuk berani melawan orang yang menjahiliku (mem-bully). Sehingga sejak kecil aku sering menimbulkan masalah karena sering menghajar lawanku baik karena membela diri maupun membela orang lain yang dijahili”, kata Bunga menceritakan tentang dirinya. “Ayah sering dipanggil pihak sekolah karena aku. Akhirnya ayah sering memarahiku (menasehatiku) bahwa silat bukan untuk menghajar orang lain. Silat adalah untuk membela diri dan membela orang lain, jadi tidak boleh berlebihan dalam menghajar lawan”, lanjut Bunga menceritakan. “Karena sering berkelahi tersebut, akhirnya ayah juga melarangku belajar jurus yang berbahaya dan bersifat menyerang. Ayah hanya mengajariku jurus yang lebih menekankan pada kemampuan menghindar dan keseimbangan tubuh”, lanjut Bunga.

Aku jadi paham kenapa Bunga seakan tidak mau belajar jurus baru. Aku juga jadi paham kenapa Bunga dengan mudahnya menolak tantangan duel dari musuhnya.

“Kalau menurut penjelasan ayahmu tersebut, sepertinya ayahku tidak membolehkanku menjadi pesilat. Ayahku hanya mengajariku silat untuk membela diri”, lanjut Bunga menjelaskan. “Walaupun ayah sudah menjelaskan tentang duel dan dunia persilatan, namun ayah selalu menegaskan agar aku menolak jika ada yang menantangku adu jurus maupun duel”, lanjut Bunga. “Ayah tidak menjelaskan secara khusus tentang konsekuensi menjadi pesilat. Namun ketika memarahiku (menasehatiku) karena dipanggil pihak sekolah, ayah selalu menegaskan bahwa kekerasan tidak dapat diterima di masyarakat dan dapat berakibat berurusan dengan hukum”, lanjut Bunga.

“Terus bagaimana sikap kita tentang kemungkinan SMA kita diserang? Kenapa kemarin kamu jadi gak mood memikirkan hal tersebut?”, tanyaku ke Bunga.

Rabu, 13 Januari 2021

It's been a tough year.

Tahun 2020 memang tahun penuh tantangan. Terutama dengan adanya COVID-19. Tahun 2021 ini semoga lebih baik dari tahun 2020 dan pandemi COVID-19 segera berakhir. Aamiin

Rabu, 16 Desember 2020

#55 Tanggung jawab pesilat

 

(sebelumnya #54)

 

Di rumah, aku meminta pendapat pada ayah dan ibu tentang kemungkinan sekolah kami diserang geng lain tersebut. Agar ayah dan ibu lebih memahami permasalahannya, aku menceritakan tentang pemimpin geng SMA kami dan hubungan antar geng. Termasuk cerita tentang geng Agus dan permintaan pemimpin geng SMA kami agar aku menggantikannya. Aku menceritakan secara urut kejadian-kejadian yang terkait, mulai dari geng Agus menghajar aku dulu sampai dengan permintaan geng Agus di sekolah tadi. Ayah hanya diam mendengarkan. Aku khawatir ayah marah karena aku terlibat permasalahan geng.

“Bagaimana ini Yah?”, tanya ibu yang kelihatan sedih atau khawatir.

“Kamu masih suka dan semangat belajar silat?”, tanya ayah tiba-tiba setelah beberapa saat terdiam.

Selasa, 10 Maret 2020

#54 Dimintai tolong Agus



Suatu hari ketika aku dan Bunga naik angkutan umum kembali dari bermain di kota, kami melihat Agus dan teman-temannya berdiri di pinggir jalan berhadapan dengan sekelompok orang. Sepertinya Agus dan teman-temannya dihadang sekelompok orang tersebut. Dari sekelompok orang tersebut, aku ingat beberapa wajah adalah orang yang mengeroyokku dan Bunga di depan sekolah waktu itu.
“Bukankah itu Agus dan teman-teman sedang dihadang geng yang menyerang kita dulu?”, tanyaku memberitahu Bunga. “Ayo kita tolong”, lanjutku yang bersiap untuk turun dari angkutan umum.

Kamis, 27 Februari 2020

#53 Dihadang musuh Bunga



Suatu hari ketika aku dan Bunga berjalan habis bermain di sekitar kota, tiba-tiba ada lima orang murid SMA yang menghadang kami.
“Wah tidak disangka bisa bertemu disini. Masih ingat aku?”, tanya salah satu cowok yang berbadan gagah dan berwajah tampan.
“Siapa ya?”, jawab Bunga agak ketus sambil mendekat ke aku dan memegang lenganku.
“Jangan pura-pura lupa. Kamu dulu yang menghajarku dan membuatku dikeluarkan dari SMA 1”, kata cowok tersebut dengan nada kesal. Sepertinya dia adalah cowok yang diceritakan Bunga dalam kasusnya.
“Terus kenapa? Mau balas dendam? Ayo maju, dasar cowok pengecut”, tanya Bunga kesal sambil melepaskan tanganku dan bersiap. Aku heran kenapa Bunga seakan berusaha memancing kemarahan cowok tersebut.