Tahun 2020 memang tahun penuh tantangan. Terutama dengan adanya COVID-19. Tahun 2021 ini semoga lebih baik dari tahun 2020 dan pandemi COVID-19 segera berakhir. Aamiin
Rabu, 13 Januari 2021
It's been a tough year.
Rabu, 16 Desember 2020
#55 Tanggung jawab pesilat
Di rumah, aku meminta pendapat pada ayah dan ibu tentang kemungkinan sekolah kami diserang geng lain tersebut. Agar ayah dan ibu lebih memahami permasalahannya, aku menceritakan tentang pemimpin geng SMA kami dan hubungan antar geng. Termasuk cerita tentang geng Agus dan permintaan pemimpin geng SMA kami agar aku menggantikannya. Aku menceritakan secara urut kejadian-kejadian yang terkait, mulai dari geng Agus menghajar aku dulu sampai dengan permintaan geng Agus di sekolah tadi. Ayah hanya diam mendengarkan. Aku khawatir ayah marah karena aku terlibat permasalahan geng.
“Bagaimana ini Yah?”, tanya ibu yang kelihatan sedih atau khawatir.
“Kamu masih suka dan semangat belajar silat?”, tanya ayah tiba-tiba setelah beberapa saat terdiam.
Selasa, 10 Maret 2020
#54 Dimintai tolong Agus
Suatu hari ketika aku dan Bunga naik angkutan umum kembali dari bermain di
kota, kami melihat Agus dan teman-temannya berdiri di pinggir jalan berhadapan
dengan sekelompok orang. Sepertinya Agus dan teman-temannya dihadang sekelompok
orang tersebut. Dari sekelompok orang tersebut, aku ingat beberapa wajah adalah
orang yang mengeroyokku dan Bunga di depan sekolah waktu itu.
“Bukankah itu Agus dan teman-teman sedang dihadang geng yang menyerang
kita dulu?”, tanyaku memberitahu Bunga. “Ayo kita tolong”, lanjutku yang
bersiap untuk turun dari angkutan umum.
Kamis, 27 Februari 2020
#53 Dihadang musuh Bunga
Suatu hari ketika aku dan Bunga berjalan habis bermain di sekitar kota,
tiba-tiba ada lima orang murid SMA yang menghadang kami.
“Wah tidak disangka bisa bertemu disini. Masih ingat aku?”, tanya salah
satu cowok yang berbadan gagah dan berwajah tampan.
“Siapa ya?”, jawab Bunga agak ketus sambil mendekat ke aku dan memegang
lenganku.
“Jangan pura-pura lupa. Kamu dulu yang menghajarku dan membuatku
dikeluarkan dari SMA 1”, kata cowok tersebut dengan nada kesal. Sepertinya dia
adalah cowok yang diceritakan Bunga dalam kasusnya.
“Terus kenapa? Mau balas dendam? Ayo maju, dasar cowok pengecut”, tanya
Bunga kesal sambil melepaskan tanganku dan bersiap. Aku heran kenapa Bunga
seakan berusaha memancing kemarahan cowok tersebut.
Selasa, 11 Februari 2020
#52 Tantangan 3 kali kena selesai
Setelah sekitar 2 minggu melawan ayah, akhirnya aku bisa mengalahkan jurus
ketiga (jurus C) dengan jurus keempat (jurus D). Aku sempat bertukar jurus
dengan ayah karena sampai 10 kali bertanding, aku belum juga bisa mengalahkan
jurus ketiga (jurus C). Setelah bertukar jurus ternyata aku tetap tidak bisa
mengalahkan ayah yang memakai jurus keempat (jurus D) sehingga aku kembali
bertukar jurus dengan ayah dan akhirnya bisa mengalahkan jurus ketiga (jurus C)
dengan jurus keempat (jurus D).
Kemudian tantangan 3 kali kena lanjut untuk mengalahkan jurus keempat (jurus
D). Aku memakai jurus kelima (jurus E). Setelah 10 kali bertanding dengan ayah belum
bisa mengalahkan jurus keempat (jurus D), akhirnya aku bertukar jurus dengan
ayah. Setelah bertukar jurus akhirnya aku bisa mengalahkan jurus kelima (jurus
E) dengan jurus keempat (jurus D).
(penyadur: untuk lebih mudahnya,
kita sebut saja jurus yang dipakai Arya untuk melawan jurus D tersebut adalah
jurus E)
Senin, 27 Januari 2020
#51 Berenang bersama
SMA kami tidak punya kolam renang dan tidak ada klub renang. Mungkin ada
murid-murid yang suka (hobi) renang tapi tidak sampai mendirikan klub renang.
Jadi aku dan Bunga belum pernah mencoba kegiatan renang bersama. Suatu hari
ketika kami naik angkutan umum dan melewati kolam renang kota, aku mengajak
Bunga untuk berenang bersama.
“Ayo kita ke kolam renang”, ajakku.
“Kamu mau lihat cewek-cewek berbaju renang ya?”, tanya Bunga menggodaku.
“Kalo begitu ngapain aku ngajak kamu?”, sanggahku.
“Berarti kamu pingin lihat aku pakai baju renang ya?”, tanya Bunga masih
menggodaku.
Selasa, 14 Januari 2020
#50 Berkeliling kota
Hari berikutnya sepulang sekolah, setelah bertemu di halaman sekolah kami pergi
berdua naik angkutan umum. Kami sepakati memilih angkutan umum yang arahnya bukan
ke arah rumahku maupun ke arah rumah Bunga. Sepanjang perjalanan kami berusaha
memperhatikan keadaan sekitar kota jika ada yang menarik. Bunga sudah membawa
peta kota kami dan menandai jalan yang telah kami lewati. Aku berusaha
menginagt-ingat dan mencatat hal-hal yang mungkin menarik untuk didatangi yang
kami lihat sepanjang perjalanan angkutan umum tersebut. Walaupun telah melihat
hal yang menarik, kami sepakati hari ini hanya untuk dicatat dulu, tidak
langsung berhenti dan turun dari angkutan umum. Setelah angkutan umum berhenti
diujung rutenya, kami berganti angkutan umum arah lain. Setelah mencoba
beberapa rute angkutan umum, akhirnya kami berpisah naik angkutan umum ke arah
rumah masing-masing karena hari sudah sore. Bunga berpesan agar tetap
memperhatikan sekitar, mungkin ada hal menarik di rute yang menuju rumah kami
masing-masing.
Langganan:
Postingan (Atom)