Ide lain agar aku bisa mengalahkan tantangan 10 menit ini adalah dengan
belajar jurus asli yang dipakai Bunga, karena waktu melawan aku, serangan Bunga
berhasil mengenaiku, walaupun itu karena aku sengaja tidak menghindar. Untuk
itu di sekolah aku berusaha menemui Bunga. Tapi sepertinya Bunga susah untuk ditemui.
Beberapa kali sepulang sekolah aku mencari Bunga di atas gedung namun aku tidak
ketemu Bunga. Agar tidak terlihat orang, biasanya aku ke atas gedung setelah
sudah agak sepi, tidak langsung setelah bel tanda pulang sekolah berbunyi,
sehingga mungkin Bunga sudah terlanjur pulang ke rumah. Aku berusaha mencari
Bunga di kelasnya setelah pulang sekolah juga tidak ketemu karena aku
mencarinya setelah agak sepi. Aku belum berusaha mencari Bunga di kelasnya
ketika jam istirahat atau ketika sepulang sekolah langsung setelah bel berbunyi
karena aku tidak ingin dilihatin (dipandangi) murid-murid kelas 2 seperti
ketika aku mencari Agus ke kelasnya waktu itu, apalagi yang kucari sekarang
adalah murid cewek.
Jumat, 17 Februari 2017
Rabu, 01 Februari 2017
#25 Latihan Paska Duel
Setelah sembuh dari lukaku, walaupun sudah tidak berlatih untuk persiapan
duel, aku meminta pada ayah agar latihan silatku tetap memakai tantangan 10
menit. Ayah menyetujui permintaanku tersebut.
Hari-hari selanjutnya, kegiatanku kurang lebih sama.
Di pagi hari aku berlatih tanding dengan ayah. Sesuai penjelasan ayah
waktu itu, dengan kecepatan penglihatan, kecepatan reaksi dan kecepatan
bergerak, aku harus bisa memperkirakan gerakan lawan dan menerapkan
gerakan silat yang tepat untuk menghadapi lawan. Aku berusaha menerapkan hal tersebut setiap kali
menghadapi ayah, tapi aku merasa latihan tantangan 10 menit ini tidak ada
perkembangan. Aku belum berhasil mengenai ayah dalam waktu 10 menit dan aku
selalu terkena serangan ayah dalam waktu kurang dari 10 menit. Aku sudah mulai
terbiasa atas rasa sakit karena terkena serangan ayah.
Jumat, 27 Januari 2017
#24 Ditelepon Bunga
Libur akhir pekan kugunakan untuk istirahat dan menyembuhkan lukaku.
Karena tidak bisa berlatih silat maka aku gunakan untuk mempelajari kembali
pemahamanku tentang silat dari tulisan-tulisanku sebelumnya serta menambahkan
tulisan untuk hal-hal yang baru kupahami. Aku juga mencoba mengingat-ingat dan
mencoba menganalisis jurus yang dipakai temannya Agus pada saat duel kemarin. Ketika
mengingat-ingat tersebut, entah kenapa aku jadi melamun dan teringat Bunga.
“Arya, ada telepon”, panggil ibu membuyarkan lamunanku. Aku pun menuju ke
tempat telepon dan mengambil gagang telepon yang telah diletakkan ibu.
“Hari libur begini kamu tidak main kemana gitu?”, tanya penelepon tersebut
tiba-tiba setelah aku bilang halo di telepon. Ternyata yang menelepon adalah
Bunga. Dia tahu nomor telepon rumahku ketika menolongku di sirkus.
“Ya nggak lah”, jawabku sambil keheranan bercampur senang.
“Badanku masih terasa sakit jadi aku istirahat aja di rumah”, lanjutku
menjelaskan.
“Kasihan deh…”, kata Bunga seakan ngeledek (menggoda/mengejek).
“Ya sudah kalau begitu. Daah…”, kata Bunga mengakhiri pembicaraan.
“Hei…”, belum sempat aku ngomong lebih lanjut telepon sudah terputus.
“Ada apa? Siapa cewek yang menelepon tadi?”, tanya ibu penasaran karena
melihatku keheranan.
Aku pun menceritakan dengan singkat bahwa yang menelepon tadi adalah
Bunga. Dia yang menolongku sewaktu di sirkus dan menelepon ke rumah, yang
ternyata adalah kakak kelas di SMA. Dia yang mengantarku menantang Agus. Dia juga
menjadi saksi duelku kemarin. Aku tidak menceritakan tentang bagaimana Bunga menguji
(mengetes) keseimbangan tubuhku dan ilmu silatku. Ibu bertanya kenapa Bunga
bisa jadi saksi duelku? Aku menjawab bahwa dia sendiri yang ingin ikut. Kemudian
aku menceritakan percakapan teleponku tadi ke ibu. Ibu hanya tersenyum.
“Dia sepertinya baik dan perhatian padamu”, kata ibu sambil tersenyum. Aku
hanya diam karena kurang paham maksud ibu.
“Dia meneleponmu karena khawatir dan ingin tahu keadaanmu. Tapi dia tidak ingin
menunjukkan secara langsung sehingga dia bertanya seperti itu, sekaligus untuk
menghiburmu. Makanya ibu bilang dia perhatian padamu”, lanjut ibu menjelaskan.
Rabu, 25 Januari 2017
...1 year after
Tidak terasa sudah berganti tahun.
Tahun lalu update nya sering tertunda karena kesibukan.
Semoga tahun ini lebih lancar.
Tahun lalu update nya sering tertunda karena kesibukan.
Semoga tahun ini lebih lancar.
Rabu, 02 November 2016
#23 Hari-H Pertarungan
Hari itu adalah
hari pertarungan yang telah dijanjikan.
Di pagi hari
tidak ada latih tanding dengan ayah. Kami hanya berlatih gerakan-gerakan silat
untuk menjaga kebugaran tubuh setelah bangun tidur. Ayah menyemangati aku
sebelum duelku nanti siang dan berpesan beberapa hal. Ketika istirahat aku di
dalam kelas saja menenangkan pikiran dan mental agar nanti bisa fokus dalam
pertarungan serta merenungi pesan ayah.
Sepulang
sekolah aku tidak langsung berangkat menuju tempat yang ditentukan tetapi
menunggu agak sepi dulu. Ketika aku akan berangkat dan sudah berjalan di
halaman sekolah, tiba-tiba Bunga datang dan berjalan di sampingku. Tidak
seperti Mawar, Bunga bisa mengimbangi kecepatan berjalanku. Kami berangkat
bersama ke tempat yang telah ditentukan. Tempat tersebut memang sepi. Aku
melihat ke sekeliling untuk memastikan tidak ada orang lain yang akan melihat
kami. Di situ sudah ada Agus dan teman-temannya. Yang paling depan adalah teman
Agus yang telah mengalahkanku di sirkus dulu. Sepertinya dia lah pemimpin geng
(kelompok) Agus dan teman-temannya tersebut. Dia yang akan melawanku dalam duel
kali ini, sebagaimana yang kuharapkan.
Rabu, 26 Oktober 2016
#22 H-1 sebelum Duel
Keesokan
harinya ketika berlatih tanding dengan ayah, aku berusaha lebih tepat dalam
memperkirakan gerakan ayah. Aku juga berusaha mengkombinasikan beberapa jurus
agar lebih sulit diperkirakan oleh ayah. Namun sampai 10 menit lebih aku tetap
belum berhasil mengenai ayah. Sedangkan dalam bertahan aku sudah ada
peningkatan karena aku terkena serangan ayah dalam waktu yang lebih lama
dibanding kemarin walaupun masih kurang dari 10 menit.
Minggu, 18 September 2016
#21 Tantangan 10 menit
(sebelumnya #20)
Keesokan
harinya latihan dengan ayah agak berbeda dengan
biasanya. Ayah menjelaskan bahwa sebenarnya kemampuan silatku sudah bagus.
Latihan setiap hari semenjak liburan kemarin sudah meningkatkan kemampuan
silatku secara pesat. Karena aku terlihat khawatir dan meminta latihan khusus
untuk menghadapi duel nanti, maka menurut ayah yang masih perlu ditingkatkan
adalah mental bertarungku. Selama ini aku hanya berlatih tanding dengan ayah
dan ibu untuk memperlancar penguasaan jurus sehingga tidak terlatih mental
untuk memenangkan pertarungan. Ayah tidak tahu bahwa aku telah bertarung dengan
Bunga dan hampir menang.
Untuk
meningkatkan mental bertarungku maka mulai sekarang latihannya berbeda dengan
biasanya. Latihannya adalah latih tanding dengan ayah dan berusaha berhasil
menyerang ayah dalam waktu kurang dari 10 menit atau berusaha tidak terkena
serangan ayah dalam waktu 10 menit. Selama ini aku berlatih tanding melawan
ayah belum pernah berhasil mengenai ayah makanya ayah memberikan batasan
seperti itu agar aku tertantang dalam bertarung. Selama ini dalam berlatih
tanding ayah mengurangi tenaga dan menahan serangan sehingga ketika aku terkena
serangan ayah tidak terlalu sakit. Namun sekarang ayah berkata bahwa dia akan
menyerang dengan sungguh-sungguh sehingga aku harus benar-benar berusaha agar
tidak terkena serangan ayah.
Langganan:
Postingan (Atom)