Kamis, 03 Januari 2019
...year 4
Ternyata target selesai tahun 2018 tidak tercapai. Dan tiba-tiba sudah tahun 2019. Memang harus meluangkan waktu khusus agar bisa konsisten posting update. Akankah bisa selesai di 2019 ini?
Senin, 28 Mei 2018
#32 Bertemu pemimpin geng
Suatu hari setelah selesai dari mengikuti kegiatan klub di sekolah aku dan
Bunga dihadang beberapa murid. Setelah kuperhatikan diantara mereka adalah kakak
kelas-kakak kelas yang pernah merokok di atas gedung yang pernah kukalahkan.
Aku menjadi waspada dan bersiap untuk bertarung. Mereka mengatakan bahwa mereka
tidak ingin berkelahi. Mereka hanya mau mengajak kami menemui pemimpin geng
mereka di atas gedung. Karena aku ingin menyelesaikan permasalahanku tersebut
jadi aku mau mengikuti mereka.
Kami kemudian menuju ke atas gedung. Di atas gedung sudah menunggu seorang
kakak kelas yang disebut pemimpin geng SMA kami. Sepertinya dia murid kelas 3.
Dia menyuruh selain aku dan dia untuk turun (pergi) dari atas gedung karena dia
ingin berbicara berdua denganku saja. Kakak kelas- kakak kelas yang tadi
mengawal kami beranjak pergi dari atas gedung. Bunga juga mau beranjak pergi
tapi aku melarangnya. Aku bilang ke orang tersebut bahwa Bunga tetap disitu
menemaniku.
“Baiklah”, jawab pemimpin geng tersebut.
“Apa benar kamu mengalahkan 4 anak buahku di sini dengan gerakan silat?”,
tanyanya lebih lanjut.
“Ya”, jawabku singkat.
“Ayo bertarung satu lawan satu denganku”, katanya sambil memasang
kuda-kuda.
Rabu, 25 April 2018
...it's been 2 years
Sangat susah untuk selalu konsisten update. Sampai tidak terasa sudah berganti tahun. Posting tahun 2017 menurun drastis dari tahun 2016. Bagaimana dengan tahun 2018 ini? Semoga dapat update dengan rutin dan dapat segera menyelesaikan cerita ini di tahun 2018 ini. Aamiin.
#31 Mencoba berbagai kegiatan klub
Hari-hari selanjutnya kegiatanku sudah berubah dari sebelumnya.
Di rumah aku masih berlatih silat untuk mengalahkan tantangan 10 menit.
Sesuai saran Bunga, aku hanya menggunakan satu jenis jurus. Ketika berlatih
jurus sendirian, yang kulatih hanya jurus tersebut. Ketika melawan ayah dalam
latih tanding, yang kugunakan hanya jurus tersebut. Ketika melawan ibu dalam
latih tanding, yang kugunakan juga jurus tersebut. Ayah hanya tersenyum ketika
menyadari bahwa aku hanya menggunakan satu jenis jurus.
Ketika tidak berlatih silat, di rumah aku berlatih sepak bola menggunakan
bola basket. Aku jadi teringat ketika berlatih bola basket sehingga kadang-kadang
aku berlatih bola basket juga.
Di kelas aku juga tidak lagi selalu memikirkan tentang latihan silatku.
Karena aku hanya melatih satu jenis jurus maka aku cuma memikirkan kembali (review) sebentar hasil pertarunganku
dengan ayah dan memikirkan kembali (menganalisis) kesalahan dan kemungkinan
perbaikan kesalahan tersebut.
Senin, 11 Desember 2017
#30 Bermain Sepak Bola
Ternyata Bunga mengajakku ke lapangan sepak bola umum di luar sekolah untuk
mengikuti kegiatan klub sepak bola. Klub sepak bola sekolah kami latihan di
lapangan sepak bola di luar sekolah karena sekolah kami tidak punya lapangan
sepak bola.
Aku dan Bunga mendekati sekumpulan murid-murid SMA kami yang sudah
berganti pakaian dan sepatu siap untuk latihan sepak bola. Bunga menyapa salah
satu murid yang sepertinya sudah dia kenal. Bunga menanyakan apakah kami boleh
ikut latihan sepak bola.
Rabu, 26 Juli 2017
#29 Saran dari Bunga
Di sekolah aku memikirkan penjelasan ayah tadi dan mencoba untuk
memahaminya. Aku masih penasaran bagaimana cara mengalahkan ayah dalam
tantangan 10 menit. Pada waktu istirahat ketika aku sedang memikirkan sambil menuliskan
penjelasan-penjelasan ayah di bukuku, tiba-tiba Bunga sudah berada di dekat
mejaku.
“Nulis diary ya?”, tanya Bunga tiba-tiba sambil mengambil buku tulisku
tersebut.
“Jangan..”, kataku berusaha merebut kembali buku tersebut tapi Bunga
menghindar. Dia membaca tulisan-tulisanku (coretan-coretanku) sambil tersenyum
menggodaku. Akhirnya kubiarkan Bunga membacanya.
Kamis, 22 Juni 2017
#28 Tahapan berlatih silat
Pagi hari berikutnya ketika latih tanding dengan ayah aku teringat saran
Bunga tersebut.
Ayah menyerangku lebih dulu dengan jurus yang tidak terlalu sulit. Aku menghadapinya
dengan jurus yang lebih sulit yang seharusnya bisa mengalahkan jurus ayah
tersebut. Sambil bertarung, aku perhatikan gerakan ayah. Karena aku mengetahui
jurus ayah jadi aku bisa memperkirakan gerakan ayah selanjutnya. Tapi ternyata
seranganku yang kukira akan mengenai ayah, bisa ditangkis oleh ayah dan ayah
bisa menyerang balik mengenaiku dengan gerakan yang tidak kuduga. Setelah
serangan ayah mengenaiku, kamipun berhenti bertarung.
Langganan:
Postingan (Atom)