Rabu, 25 April 2018

#31 Mencoba berbagai kegiatan klub



Hari-hari selanjutnya kegiatanku sudah berubah dari sebelumnya.
Di rumah aku masih berlatih silat untuk mengalahkan tantangan 10 menit. Sesuai saran Bunga, aku hanya menggunakan satu jenis jurus. Ketika berlatih jurus sendirian, yang kulatih hanya jurus tersebut. Ketika melawan ayah dalam latih tanding, yang kugunakan hanya jurus tersebut. Ketika melawan ibu dalam latih tanding, yang kugunakan juga jurus tersebut. Ayah hanya tersenyum ketika menyadari bahwa aku hanya menggunakan satu jenis jurus.
Ketika tidak berlatih silat, di rumah aku berlatih sepak bola menggunakan bola basket. Aku jadi teringat ketika berlatih bola basket sehingga kadang-kadang aku berlatih bola basket juga.
Di kelas aku juga tidak lagi selalu memikirkan tentang latihan silatku. Karena aku hanya melatih satu jenis jurus maka aku cuma memikirkan kembali (review) sebentar hasil pertarunganku dengan ayah dan memikirkan kembali (menganalisis) kesalahan dan kemungkinan perbaikan kesalahan tersebut.

Senin, 11 Desember 2017

#30 Bermain Sepak Bola




Ternyata Bunga mengajakku ke lapangan sepak bola umum di luar sekolah untuk mengikuti kegiatan klub sepak bola. Klub sepak bola sekolah kami latihan di lapangan sepak bola di luar sekolah karena sekolah kami tidak punya lapangan sepak bola.
Aku dan Bunga mendekati sekumpulan murid-murid SMA kami yang sudah berganti pakaian dan sepatu siap untuk latihan sepak bola. Bunga menyapa salah satu murid yang sepertinya sudah dia kenal. Bunga menanyakan apakah kami boleh ikut latihan sepak bola.

Rabu, 26 Juli 2017

#29 Saran dari Bunga




Di sekolah aku memikirkan penjelasan ayah tadi dan mencoba untuk memahaminya. Aku masih penasaran bagaimana cara mengalahkan ayah dalam tantangan 10 menit. Pada waktu istirahat ketika aku sedang memikirkan sambil menuliskan penjelasan-penjelasan ayah di bukuku, tiba-tiba Bunga sudah berada di dekat mejaku.
“Nulis diary ya?”, tanya Bunga tiba-tiba sambil mengambil buku tulisku tersebut.
“Jangan..”, kataku berusaha merebut kembali buku tersebut tapi Bunga menghindar. Dia membaca tulisan-tulisanku (coretan-coretanku) sambil tersenyum menggodaku. Akhirnya kubiarkan Bunga membacanya.

Kamis, 22 Juni 2017

#28 Tahapan berlatih silat


Pagi hari berikutnya ketika latih tanding dengan ayah aku teringat saran Bunga tersebut.
Ayah menyerangku lebih dulu dengan jurus yang tidak terlalu sulit. Aku menghadapinya dengan jurus yang lebih sulit yang seharusnya bisa mengalahkan jurus ayah tersebut. Sambil bertarung, aku perhatikan gerakan ayah. Karena aku mengetahui jurus ayah jadi aku bisa memperkirakan gerakan ayah selanjutnya. Tapi ternyata seranganku yang kukira akan mengenai ayah, bisa ditangkis oleh ayah dan ayah bisa menyerang balik mengenaiku dengan gerakan yang tidak kuduga. Setelah serangan ayah mengenaiku, kamipun berhenti bertarung.

Senin, 08 Mei 2017

#27 Melawan Pelatih Silat




Siang itu sepulang sekolah aku menuju ke halaman belakang sekolah untuk melihat ekskul silat*. Ekskul silat agak berbeda dengan ekskul lain yang ada di SMA-ku. Untuk bisa mengikuti ekskul silat, selain harus mendaftar, murid-murid SMA-ku harus membayar uang keanggotaan setiap bulan untuk membayar gaji pelatih silat yang didatangkan dari luar sekolah. Jadi pelatih yang menjadi guru pembimbingnya bukan guru yang mengajar di SMA-ku.
(*penyadur: dipakai istilah silat untuk menyamarkan jenis beladiri yang diajarkan dalam ekstrakurikuler tersebut.)

Jumat, 17 Februari 2017

#26 Berusaha menemui Bunga




Ide lain agar aku bisa mengalahkan tantangan 10 menit ini adalah dengan belajar jurus asli yang dipakai Bunga, karena waktu melawan aku, serangan Bunga berhasil mengenaiku, walaupun itu karena aku sengaja tidak menghindar. Untuk itu di sekolah aku berusaha menemui Bunga. Tapi sepertinya Bunga susah untuk ditemui. Beberapa kali sepulang sekolah aku mencari Bunga di atas gedung namun aku tidak ketemu Bunga. Agar tidak terlihat orang, biasanya aku ke atas gedung setelah sudah agak sepi, tidak langsung setelah bel tanda pulang sekolah berbunyi, sehingga mungkin Bunga sudah terlanjur pulang ke rumah. Aku berusaha mencari Bunga di kelasnya setelah pulang sekolah juga tidak ketemu karena aku mencarinya setelah agak sepi. Aku belum berusaha mencari Bunga di kelasnya ketika jam istirahat atau ketika sepulang sekolah langsung setelah bel berbunyi karena aku tidak ingin dilihatin (dipandangi) murid-murid kelas 2 seperti ketika aku mencari Agus ke kelasnya waktu itu, apalagi yang kucari sekarang adalah murid cewek.

Rabu, 01 Februari 2017

#25 Latihan Paska Duel




Setelah sembuh dari lukaku, walaupun sudah tidak berlatih untuk persiapan duel, aku meminta pada ayah agar latihan silatku tetap memakai tantangan 10 menit. Ayah menyetujui permintaanku tersebut.
Hari-hari selanjutnya, kegiatanku kurang lebih sama.
Di pagi hari aku berlatih tanding dengan ayah. Sesuai penjelasan ayah waktu itu, dengan kecepatan penglihatan, kecepatan reaksi dan kecepatan bergerak, aku harus bisa memperkirakan gerakan lawan dan menerapkan gerakan silat yang tepat untuk menghadapi lawan. Aku berusaha menerapkan hal tersebut setiap kali menghadapi ayah, tapi aku merasa latihan tantangan 10 menit ini tidak ada perkembangan. Aku belum berhasil mengenai ayah dalam waktu 10 menit dan aku selalu terkena serangan ayah dalam waktu kurang dari 10 menit. Aku sudah mulai terbiasa atas rasa sakit karena terkena serangan ayah.